Senin, 30 Januari 2017

Sejarah Desa Kesongo

http://socialsta.com/tag/kesongo

Sejarah Desa Kesongo
#katamereka

Terdengar cerita atas daerah perdesaan yang subur, sejuk indah tumbuhan yang menghijau, tumbuh di atas tanah yang datar penuh pohon dan semak yang masih lebat.  Suatu ketika, datanglah seorang pendatang dari Singosari, yang singgah di desa yang belum mempunyai nama itu.

Orang tersebut ingin tinggal menetap di desa, dan dia ingin memberi nama desa tersebut. Usai ki sanak tersebut tersebut jalan-jalan mengelilingi desa, dia menemukan sembilan mata air, dan orang tersebut terinspirasi untuk memberi nama desa tersebut dengan nama Desa Kesongo.

Konon, orang tersebut pergi untuk menjemput anak dan istrinya di Singosari, diajak tinggal di Desa Kesongo. Lama kelamaan desa itu ramai dihuni, dan orang tersebut diangkat oleh warga desa, menjadi demang pertama.

Hiduplah sekelompok masyarakat dengan rukun dan damai meski mereka masih dalam kehidupan yang serbasederhana. Orang tersebut menjadi demang selama kurang lebih empat puluh lima tahun.

Adapun sembilan mata air tersebut sampai sekarang masih ada, lebih tepatnya berada di Dusun Ngreco, sebelah Timur Laut Desa Kesongo. Masyarakat setempat menyebutnya dengan sebutan Tok Songo. Sampai saat ini mata air tersebut terus dimanfaatkan untuk masyarakat Desa Kesongo, terlebih bagi penduduk di sebelah barat mata air, mengingat lokasinya yang lebih rendah.

Desa Kesongo, lama-kelamaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang menetap dan tinggal di desa ini. Desa Kesongo terletak di sebelah Timur danau Rawa Pening yang merupakan perbatasan antara wilayah Kabupaten Semarang dengan Kota Salatiga.

Saat ini Desa Kesongo telah menjadi desa di perbatasan kota, yang dilalui oleh jalan nasional Semarang-Solo, dengan penduduk lebih dari lima ribu jiwa.




Sumber: http://desakesongo.blogspot.co.id/2014/08/sejarah-desa-kesongo-bermartabat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar